- Welcome to my blog guys - Happy reading - Please leave a comment and follow my blog and my others acount - Thanks you -

Search

Translate

Curhatan, 10 Januari 2012

January 10, 2012
Sebenarnya, air mataku telah terkuras sebelum tadi berbincang denganmu Cinta. Tak kusangka, malam ini di hari jadimu, aku adalah bidadari itu. Yang kau harap hadir di hari bahagiamu. Terima kasih jika kau bahagia malam ini karena itu. Namun, tetap saja para binatang itu lebih beruntung daripada aku. Aku tak kuasa memeluk dan menciummu malam ini. Musibah ini begitu indah. Aku menangis dalam syukur. Aku bahagia dalam sedih. Aku sayang kamu Cinta....
Terkadang, aku ingin kembali ke masa lalu. Bergandeng dengan kamu yang dua atau lima tahun yang lalu. Dirimu yang masih tolol katamu itu. Tetapi, masa lalu bukan milik kita. Namun sekarang, aku merasa telah memilikimu dari dulu. Dari pertama kali kumaki dirimu. Dan ingin kuhapus saja mereka dan semua kisah cintaku di masa lalu. Seolah-olah aku tak pernah bergandeng dengan mereka satupun. Karena mereka semua adalah sampah yang tak pantas mendapatkan cinta suciku. Cinta....

Gelak tawamu membuat cerah hatiku yang telah lama kelam. Sepertinya dinding hatiku kini telah bersih tiada lagi kabur. Karena selalu kau sapu dengan kasih sayang dan jujurmu. Jujurmu yang sering menyakitkan namun terkadang aku terombang ambing dibuatnya. Jujurmu yang tak pernah mereka perbuat terhadapku. Mereka selalu bilang aku, baik, manis, cantik dan pintar. Sedangkan kamu?? 

Dasar jelek! Dasar tolol! Dasar ucup! Hahaha.... Adakah yang lain di luar sana memaki orang yang disayanginya seperti itu setiap hari? Setiap hari! Yah! Itu bukan sebuah kemarahan, keributan atau pertengkaran. Tetapi begitulah dia memujiku. Karena dia tak mampu untuk menggombal. Semua itu menghadirkan gelak dan tawa. Namun apa yang terjadi di saat dia benar-benar sedang menyanjungku? Aku menangis dalam tawa... 

Cinta, kamu memang berbeda. tak pernah biarkan hati ini sedikit saja kecewa dan bersedih. Kau begitu takut jika sampai membuatku seperti itu. Aku pun demikian, tak pernah ingin kamu berduka sedikit dan sedetik saja.

Aku sampai lupa, kapan terakhir kalinya aku menghirup nafas dalam-dalam, mengurut dada teriring ucap syukur kepadaNYA yang begitu dalam? Yang sering terjadi adalah mengurut dada karena sesak oleh duka dan kekecewaan. Sejak bersamamu, setiap hari tak pernah lupa kuucapkan terima kasih dan ucap syukur kepadaNYA. Aku mencintaimu dan semakin mencintaiNYA juga. Aku mencintaimu karenaNYA.

Owh! Dosa apa yang telah kuperbuat sehingga kini aku begitu mencintaimu?

= HAPPY BIRTHDAY MY RIVAL =

00.30 10 Januari 2012

1 comment: