- Welcome to my blog guys - Happy reading - Please leave a comment and follow my blog and my others acount - Thanks you -

Search

Translate

KOTA LAMA PADANG

May 19, 2011
Sejarah pertumbuhan fisik Kota Lama Padang diawali dengan pembangunan Loji/Benteng VOC. Kota Lama Padang merupakan sebuah kota Pelabuhan (port city), dimana Batang Arau merupakan pusat perkembangan aktifitas perniagaan di Pesisir Barat Hindia Belanda. Seiring dengan perkembangan Kawasan Muara Batang Arau maka perkembangan Kota Lama Padang pun telah menuju daerah-daerah sekitarnya. Sampai abad ke-18, Padang sudah menjadi kota pelabuhan niaga yang penting. Hal ini ditandai dengan berdirinya bangunan di sekitar Batang Arau dan pasar-pasar sebagai tempat jual beli.
BANGUNAN-BANGUNAN TUA DI KOTA LAMA PADANG


1.                  Mesjid Ganting


 
Merupakan mesjid tertua di Kota Padang. Didirikan pada tahun 1815, atas ide dari tiga pemnagku masyarakat yaitu : Angku Gapuak (seorang saudagar di Pasar Gadang). Angku Syekh Haji Uma (kepala/pemimpin Kampung Ganting) dan Angku Syekh Kapalo Koto (seorang ulama yang berpengaruh). Gaya arsitektur pada Mesjid Ganting yaitu paduan arsitektur Mesjid Nusantara (atap Nusantara)  dengan gaya arsitektur klasik Eropa.
Mesjid Ganting berada di Jalan Ganting No. 3, Kelurahan Ganting Selatan Kecamatan Padang Timur, Kota Padang Propinsi Sumatera Barat. 


Setelah Gempa 30 September 2009

2.                  Mesjid Muhammadan


Berada di kawasan Pasar Batipuh yang sering juga disebut Kampung Keling (kawasan pemukiman orang-orang yang berasal dari India). Gaya arsitektur bangunan dipengaruhi oleh seni bangunan India.

3.                  Kelenteng See Hin Kiong


Kelenteng ini dibangun pada tahun 1861 dan merupakan bangunan pengganti bangunan lama yang terbakar. Dibangun oleh masyarakat Cina generasi pertama yang bermukim dan berniaga di Padang. Pelaksanaan pembangunan Kelenteng See Hin Kiong ini memakai material, arsitek dan tukang yang didatangkan langsung dari Cina.


Setelah Gempa 30 September 2009

4.                  Komplek Gereja Xaverius


Dibangun pada tahun 1903, merupakan bagian dari satu kompleks bangunan (penginapan para Frater dan Suster). Gaya bangunan gereja ini memperlihatkan gaya arsitektur Art Deco Geometrik. Saat ini bangunan tersebut masih dimanfaatkan untuk kegiatan umum seperti Gereja, Rumah Sakit Bersalin dan Sekolah.


Setelah Gempa 30 September 2009

5.                  Gedung Gemente (Balaikota Padang)



Bangunan ini dahulunya merupakan Kantor Pusat Pemerintahan Hindia Belanda di Kota Padang dan sekarang dimanfaatkan sebagai kantor Walikota Padang (Balai Kota Padang). Terletak di Jalan Prof. M. Yamin Padang yang dibangun pada tahun 1920 dengan bentuk arsitektur Art Deco Geometrik.

6.                  Bank Indonesia


Dahulunya merupakan De Javashe Bank dengan gaya arsitektur Modern Tropis. Dibangun pada tahun 1930-1940. Berada di Jalan Batang Arau persis berada di samping Jembatan Siti Nurbaya. Sekarang berfungsi sebagai museum, Gedung Museum Bank Indonesia.

7.                  Kantor Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM)



Lebih dikenal dengan Kantor GEOWEHRY (Perusahaan Belanda yang menggantikan VOC) kemudian berkembang menjadi Lembaga Perbankan hingga tahun 1930. Sekarang menjadi PT. Panca Niaga. Dibangun sekitar awal abad 20 dengan gaya arsitektur Neo Klasik (Art Deco Ornamental). Bangunan ini berada di Jalan Batang Arau.



8.                  Hotel Batang Arau


Dulunya bernama Gedung Padangsche Spaarbank (1908). Saat ini dimanfaatkan menjadi hotel, Hotel Batang Arau. Terletak di Jalan Batang Arau 33. Dengan modal gaya arsitektur Art Deco Ornamental yang nyaris sempurna dan megah dengan berbagai unsur Ornamental Art Deco Avangardst yang mungkin terbagus di Kota Lama Padang pada masanya.

9.                  Bangunan Neo Klasik


Sebuah bangunan di sudut  jalan bergaya peralihan Klasik ke Art Deco Ornamental (Neo Klasik) di Jalan Kelenteng.

10.              Simpang Hiligoo


Simpang Hiligoo pada masa lalu yang sekarang hampir tidak ada sisa dari keberadaan bangunan di sekitarnya.

11.              Islamic Centre


Salah satu warisan Kolonial gaya arsitektur ornamental.

12.              Suasana Pasar Gadang


Yang menjadi pusat perdagangan masa lalu. Kawasan Pasar Gadang pada masa dahulunya merupakan sebuah pasar yang terbesar di Kota Padang sebagai tempat kegiatan perdagangan.





Sumber :
- Badan Warisan Sumatera Barat
- Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Padang

1 comment: