- Welcome to my blog guys - Happy reading - Please leave a comment and follow my blog and my others acount - Thanks you -

Search

Translate

PARE, SI PAHIT YANG BERMANFAAT

April 16, 2011

Berbicara masalah Pare, si pahit yang kaya manfaat. Harus punya keberanian untuk berani mencicipinya. Berawal dari hobi nyontek Papaku yang suka makan lalapan mentah, mulai dari petai, jengkol muda, rimbang, terung muda dan berbagai lalapan mentah lainnya. Untuk Pare awalnya aku angkat tangan, alias nyerah. Uweek!!! Pahitnya minta ampun.
Tapi yang namanya aku, adalah orang yang suka tantangan. Dengan tekat dan keberanian yang disertai rasa penasaran (Kok bisa sih Papaku makan dengan nikmat pake pare?), Akhirnya... Ajib! Sekarang dia bersahabat dengan lidahku...


Tanaman Pare terkenal karena buahnya yang pahit. Pare (Momordica charabtia) berasal dari kawasan Asia tropis. Pare, paria, pepareh, atau parea, sudah tersebar di pelosok daerah. Pare tergolong tanaman semusim yang dapat dibudidayakan di berbagai daerah di wilayah Nusantara dan biasa ditanam di lahan pekarangan/tegalan/sawah bekas padi sebagai tanaman sela pada musim kemarau.

Jenis-Jenis Pare :
Pare Gajih
Pare ini paling banyak dibudidayakan dan paling disukai. Pare ini biasa disebut pare putih atau pare mentega. Bentuk buahnya panjang dengan ukuran 30-50 cm diameter 3-7 cm, berat rata-rata antara 200-500 gram/buah. Pare ini berasal dari India, Africa.
Pare Hijau
Pare hijau berbentuk lonjong, kecil dan berwarna hijau dengan bintil-bintil agak halus. Pare ini banyak sekali macamnya, diantaranya pare ayam, pare kodok, pare alas atau pare ginggae. Dari berbagai jenis tersebut paling banyak ditanam adalah pare ayam. Buah pare ayam mempunyai panjang 15-20 cm. Sedangkan pare ginggae buahnya kecil hanya sekitar 5 cm. Rasanya pahit dan daging buahnya tipis. Pare hijau ini mudah sekali pemeliharaannya, tanpa lanjaran atau para-para tanaman pare hijau ini dapat tumbuh dengan baik.
Pare Import
Jenis pare ini berasal dari Taiwan. Benih Pare ini merupakan hybrida yang final stock sehingga jika ditanam tidak dapat menghasilkan bibit baru. Jika dipaksakan juga akan menghasilkan produksi yang jelek dan menyimpang dari asalnya. Di Indonesia terdapat tiga varietas yang telah beredar yaitu Known-you green, Known-you no. 2, dan Moonshine. Perbedaan ketiga jenis pare import ini adalah mengenai permukaan kulit.
Pare Hutan
Bentuknya bulat,kecil dan rasanya sangat paling pahit.
Pare Belut
Jenis Pare ini memang kurang populer. Bentuknya memanjang seperti belut panjangnya antara 30-110 cm dan berdiameter 4-8 cm. Pare belut ini tidak termasuk Momordica sp, melainkan tergolong jenis Trichosanthus anguina L. Meskipun demikian orang lebih terbiasa memasukkan pare belut ini masuk kedalam jenis pare.


Berdasarkan hasil penelitian, dalam 100 gram buah Pare mengandung: kalori (29,00 kal); lemak (0,3 gram); protein (1,1 gram); karbohidrat (6,6 gram); kalsium (45 miligram); fosfor (64 miligram); zat besi (1,4 miligram); vitamin A (180,00 SI); vitamin B (0,68 miligram); vitamin C (52,0 miligram); air (91,20 gram).
Selain itu buah Pare mengandung fitokimia, lutein, likopen, kalium, karotin, albiminoid dan zat warna. Daunnya mengandung momordisina, momordina, karantina, resin dan minyak lemak. Pada bagian akar mengandung asam momordial dan asam oleo nolat sedangkan bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid dan asam momordial.

Bagian pare yang memiliki kashiat  antara lain:
Buah pare
Pare yang masih muda digunakan sebagai obat diabetes, gangguan pencernaaan, obat malaria, penyakit kuning dan bronkhitis.
Daun pare
Daun  pare juga tidak kalah penting dengan buahnya. Beberapa manfaat daun pare, diantaranya dapat menyembuhkan batuk, menurunkan panas, mematikan cacing kremi, mengobati bisul dan bermanfaat juga untuk membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan.
Akar pare
Selain buah dan daunnya, bagian pare yang juga bermanfaat untuk mengobati penyakit, adalah akarnya. Akar pare berkasiat untuk mengobati disentri amuba dan wasir.
Biji pare
Biji pare sendiri, merupakan atioksidan yang cukup kuat yang dapat menghambat pembentukan sel kanker, mencegah penuaan dini.

Cara pengobatan menggunakan buah pare antara lain:
Diabetes atau kencing manis
Siapkan 200 gram buah pare yang telah dicuci dan diiris tipis-tipis. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum air rebusan tersebut tiap hari.
Cacingan
Seduh 7 gram daun pare dengan air panas, dinginkan lalu saring air rebusannya. Tambahkan satu sendok teh madu, minum sebelum sarapan.
Demam
Ambil 3 lembar daun pare segar, cuci bersih, dan lumatkan. Tambahkan segelas air dan sedikit garam lalu seduh. Peras dan saring lalu minum 2 kali sehari sebanyak setengah gelas.
Bisul
Ambil segenggam daun pare, cuci lalu rebus bersama 3 gelas air hingga tersisa satu gelas. Dinginkan, minum hingga sembuh.
Disentri Amuba
Rebus 300 gram akar pare yang telah dicuci bersih dan dipotong-potong. Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Lalu minum. Tambahkan sedikit gula bila perlu.
Wasir
Lumatkan akar pare yang telah dicuci bersih sampai halus. Oleskan ramuan ini pada wasir.
Bronkhitis
Sediakan dua buah pare, lalu ambil sarinya. Tambahkan satu sendok makan madu. Minum sekali sehari. Lakukan selama tiga bulan. Ramuan ini juga baik untuk menyembuhkan anemia, radang perut, sakit pada hati, nyeri haid, reumatik dan melangsingkan tubuh.

Meskipun pare begizi tinggi dan  dapat mengobati berbagai macam penyakit, namun bagi wanita hamil, tidak dianjurkan mengkonsumsi pare. Pasalnya pare, mengandung senyawa yang dapat menggugurkan kandungan. Selain itu, batasi juga konsumsi pare pada anak-anak, karena pare dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Dikawatirkan kadar gula anak akan anjlok atau menurun, padahal gula berperan dalam penting dalam pertumbuhan anak.

 
Sumber :
http://kulinet.com/baca/manfaat-tersembunyi-dari-buah-pare/868/
http://frendli.multiply.com/journal/item/61/PARE_dan_Manfaatnya

1 comment: