- Welcome to my blog guys - Happy reading - Please leave a comment and follow my blog and my others acount - Thanks you -

Search

Translate

DAN KETIKA LAGU INI BERAKHIR, AKU TELAH MELUPAKANMU...

April 29, 2011


Tak ada yang perlu disesali jika inilah yang disebut takdir.
Takdir kadang tak sesuai dengan ingin kita.
Kita hanya bisa berharap, bermimpi dan berhayal.
Kita adalah penghayal hebat, termasuk aku.
Aku ingin cinta yang tulus, tulus menerimaku apa adanya.

Di saat kumenemukanmu, sosok yang aku impikan.
Semua terasa indah.
Kau buat aku tersanjung telah memilikimu.
Sejak saat itu aku berjanji, bahwa hatiku hanya untukmu.
Kesucianku hanya untukmu kelak ketika kita telah melewati akad.

Seiring berjalannya waktu, semua keburukan mulai muncul kepermukaan.
Adalah hal yang wajar.
Tak ada yang perlu disembunyikan jika suatu saat kita akan tinggal di bawah satu atap.
Pertengkaran2 pun selalu bisa dilewati, karena kita sama.
Sama-sama saling sayang, saling cinta dan saling membutuhkan.

Namun, tak selamanya itu bisa selaras.
Masing-masing diri punya batas, entah batas apa namanya.
Di saat aku ingin semuanya berakhir karena sudah bosan dengan setiap pertikaian yang menyiksa jiwa dan ragaku, kau malah menahanku.
Kini, di saat ku ingin mencoba mempertahankan keutuhan kisah yang telah kita mulai dengan indah dari awal, kau malah ingin mengakhirinya.

Aku hanya manusia biasa, jauh dari kata sempurna.
Aku tak ingin mengemis lagi untuk kesekian kalinya meminta maaf padamu akan salahku yang bermula dari sikapmu.
Tapi aku tak pernah menyerah jika keyakinan akan kekuatan cinta kita masih bisa diselamatkan.
Namun, semakin aku mencoba semakin jiwaku tersakiti olehmu.

Kali ini, aku menyerah.
Tak ada gunanya memaksakan kehendak.
Memaksakan rasa yang sudah tak sama lagi.
Memaksakan ingin yang telah berbeda.
Aku memilih jalan lurus, kamu malah memilih berbelok.
Dan kita sama-sama tahu, jalan itu tak kan pernah menyatukan kita lagi.
Hanya membuat kita semakin jauh, dan jauh.
Perlahan-lahan samar dan menghilang.
Dan ketika lagu ini berakhir, aku ingin melupakanmu walaupun tak mudah.

Satu hal yang pasti aku yakini bahwa kau tak lagi mengharapkanku.
Ini sebuah kekuatan untukku bisa melupakanmu.
Dan ketika lagu ini barakhir, aku akan menghapus semua tentang kita.
Semua tak akan bisa kembali indah seperti dulu, sekali pun aku bermimpi.
Berhayal dan berharap kau akan kembali pun aku tak sanggup lagi.
Hanya air mata yang akan datang menghampiriku, bukan dirimu.
Dan ketika lagu ini berakhir, aku tak ingin menangis lagi karenamu.

Aku tak akan kembali seperti inginmu.
Aku masih menunggumu di sini.
Namun, waktuku tak banyak.
Dan ketika lagu ini berakhir, aku tak ingin mendengarnya lagi.

I’m not yours...



1 comment: