- Welcome to my blog guys - Happy reading - Please leave a comment and follow my blog and my others acount - Thanks you -

Search

Translate

MY LOVELY DAD

November 01, 2009
Sangat sedikit sekali waktu yang kulalui bersamamu setelah sekian lama ku bernafas di bumi ini. Di saat rengekan dan air mata tak lagi mengisi masa kecilku, saat itulah kau selalu ada di setiap siang dan malamku. Dan di masa itu juga aku tak ingin dianggap sebagai anak kecil yang selalu cengeng yang bisanya cuma nangis. (Saat di mana gw mulai sombong untuk meneteskan air mata, padahal pengen nangis bgt tuh… jaim!!!). Aku merasa seperti mereka yang umurnya 5 tahun lebih tua dariku (Kagadang-gadangan!!! ), yang berseragam merah putih.
Akhirnya, akupun mengenakan seragam itu (Masuk SD cik, sebelumnya sempat ngamuk coz dibilang ga dilulusin dari TK, pinter sih tapi nakal bgt, perlu di didik lagi katanya!!! ). Kesibukan mulai mengisi hari-hariku, rutinitasku mulai ditemani dengan yang namanya PR (Pekerjaan rumah : nyuci, ngepel, masak, dll ) dan buku-buku yang mulai memenuhi meja yang sengaja dibelikan untukku (Katanya meja belajar, meja aja belajar!!! ). Yah, rutinitas sebagai anak bangsa yang mencari ilmu.

Aku bangga dengan apa yang kuraih, dan itu semua hasil kerja kerasku sendiri. Tanpa campur tangan siapapun (Mulai sombong nih!!!), kecuali Papa yang rajin membayar uang sekolahku tiap bulannya (Makasih Pa udah dibayarin, ntar kapan2 aku ganti dah!!! ). Semua sibuk dengan urusan dan pekerjaan masing-masing (Gw jg donk, sibuk dengan dunia gw sendiri!!!).

Perdebatan awal dari cerita ini (Lha??? Emang dr td ngapain??? Kumur2??? ). Watak keras kepala ku mulai muncul kepermukaan . Ketika satu kesalahan kecil di mata Papa ditujukan padaku, dan pembangkangan pun terjadi. Kerena semua kebaikan dan kebanggaan yang selama ini keperbuat, tiba-tiba hilang. Aku tak lagi dipercaya dan akupun lelah untuk meyakinkanmu (Masuk kamar n banting pintu!!!). Diam, dan diam sejenak. Tak lama, suaramu memanggil anakmu ini yang masih dirundung murka. Karena Papa tau, dari tadi pagi aku belum makan (Sayang aja ntar makananx g dimakan, mubazir!!!).

Menjelang kedewasaanku, jarak kembali memisahkan. Namun perdebatan itu belum berakhir. Tapi semua kembali indah saat kecupan sayangmu mendarat di keningku (Pesawat landing!!!) mengiringi kepergianku. Dan darah-darah bening yang selama ini enggan menetes akhirnya tertumpahkan juga.

Akhirnya (Blm kelar sih...), hati ini berjanji (InsyaALLAH!!!), tak kan ada lagi perdebatan. Di saat Papa telah kehilangan bidadarinya untuk yang kedua kalinya. Ingin menjadi puteri yang baik buat Papa, tak keras kepala lagi, masak buat Papa kalau aku di rumah (Hehe... yang ada tuh Papa yang selalu masak klo gw pulang. Papa kan ga tega nyuruh2 gw masak. Secara Papa kan jago masak. Palingan, ntar belakangan gw disuruh beresin dapur...). Memang enak jadi anak Papaku, apalagi jadi Puteri Semata Wayang (Eit... Uda2ku jangan ngiri!!! Kalian tetep anak Papa yg cakep n jago!!! Merdeka!!! ).

Love u so much Dad...

Di saat usianya yang mulai senja, Papa masih kelihatan muda, kuat dan tegar. Seperti semangatnya di tahun 1966 (Papa gw kan bagian dari zaman itu!!!) Papa selalu menginginkan yang terbaik untukku. Walau perdebatan selalu menghiasi (Debat lagi debat lagi, hobby x yah???).

Oh God... give me time n opportunity to give the best for my Dad…
Amien…

0 komentar:

Post a Comment